Jumat, 24 Juni 2011

8 kebohongan ibu dalam hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya.
Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini
justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.



- Ketika makan, ibu sering memberikan porsi

nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :



"Makanlah nak, aku tidak lapar"



KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA



Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :



"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan"


KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA



Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata

:"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.

" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------



KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA



Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.



Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!"



KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT



Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,



Ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------



KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA



Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.



Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------



KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM



Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :



"Aku tidak terbiasa" ----------



KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH



Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit

sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan

tegarnya berkata :



"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------



KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.



Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta

menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya

percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali

mengucapkan : " Terima kasih Ibu ! "



Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon

ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita

untuk berbincang dengan ayah ibu kita?



Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai

beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita

selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan

dengan pacar ('afwan yah nyindir yg pacaran), kita pasti lebih peduli

dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar, cemas

apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di

samping kita...??



Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas

apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah

bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan

kembali lagi...


Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita,

lakukanlah yang terbaik.

Minggu, 19 Juni 2011

GRADUATION

tadi pagi alhamdulillah gua resmi masuk ke jenjang selanjut nya karena gua udah wisuda td pagi hahaha, seneng abis rasanya bisa nyelesein sekolah gua , tp ttp aja sedih krn harus ninggalin temen temen gua yg di hari wisuda kece kece tp gmn kan emg every hello has a goodbye . hahah toh msh bisa ketemu kan hahaha


curcol

share dikit cerita gua yee bro.
kadang gua ga kuat liat orang yang gua sayang deket sama orang lain even orang itu udah jadi masa lalu gua. tp cuma beberapa orang yang bisa kaya gitu di hidup gua. ya bisa di bilang itu bad dream gua lah, cuma bener kata pepatah dari mimpi bisa jadi kenyataan. makanya lo jgn pada keseringan mimpi buruk. ntar ikutin buruk nasib lu-_-

dan hari ini mimpi buruk gua jadi kenyataan. sebenernya gua udah tau lama doi lagi deket sama someone . tp menurut gua okeoke aja lah krn someone nya ini temen gua juga. gua pikir masih okelah kalo deket cuma kaya gini doang, tp pendapat gua itu sejuta% salah!!! doi malah jadi suka beneran kayaknya dan gua ga rela abis sumpah ! kalo ada sumpah idup , sumpah idup deh gua!

ya padahal gua ngejar doi bgt , gua pernah pacaran sama dia waktu dia mutusin gua, tp ga ada salah nya dong nyoba lagi? usaha apa aja udah gua lakuin ya tp ttp aja ga ada respond cape gak sih kaya gitu? IYALAH!
have you ever wanted someone with all ur heart, but knew that it would never work? sakit kalo lu tau rasanya sumpah. sekedar saran deh buat kalian if you love them dont ever leave them, if you dont , dont ever give them a hope.

 salam galau.

Selasa, 14 Juni 2011


Kisah nyata seorang Ibu (Janda) yg merawat sang anak sampai ajal menjemput.
Menginspirasi sekali, dahsyat!




Cyndie bermain2 dengan anaknya Derek Madsen, 10, menyusuri lorong di UC Davis Medical Center di Sacramento 21 Juni 2005. Sang Ibu berhasil mengalihkan perhatian anaknya dari ketakutan akan pengambilan tulang sumsumnya. Para dokter menganalisa apakah sang Anak cocok untuk transpalasi sel batang darah yang merupakan harapan terbaik untuk kesembuhannya akan Kanker Neuroblastoma, sebuah kanker yang jarang dijumpai pada anak2, penyakit tsb ditemukan pada Derek Madsen pd bulan November 2004.
Spoiler for Derek begitu bahagia, sang Ibu terenyuh:


Sang Ibu ( Cyndie) memeluk anaknya, Derek Madsen ( umur 10 ) tertanggal 25 Juli 2005. Stlh menyadari Derek perlu dioperasi utk mengangkat tumor kanker di daerah perut nya. Rasa khawatir, kalut dan sedih bercampur aduk pada sang Ibu. “Bagaimana aku tetap bisa bekerja mencari uang dan melakukan ini?” Sang Ibu mulai cemas.
Spoiler for Pelukan sang Ibu yang memberikan kedamaian:


Derek Madsen, 10, mendapatkan pijatan lembut dari sang Ibu, Cyndie French, di salon miliknya di Sacramento. “Saya akan melakukan apapun utk membuatnya bahagia, melihatnya tersenyum.” Ujar Sang Ibu. Sebagai orang tua tunggal untuk lima anaknya, Cyndie harus menjual salonnya akibat kehabisan uang untuk perawatan medis anaknya.
Spoiler for Pijatan lembut sang Ibu memberikan ketenangan:


Derek bermain2 dan tidak mau turun atas penolakannya untuk dioperasi. Sang Ibu membujuknya turun dan berjanji agar pembedahan ditunda utk waktu yang akan datang. Cyndia, membutuhkan waktu berjam-jam utk membujuk sang Anak di dekat pintu hospital, UC Davis Medical Center Sacrament
Spoiler for Keceriaan yang melupakan segalanya:


Setelah ultah ke 11 Derek Madsen dan Ibunya yg ke 40, ditemani kakaknya Micah Moffe, 17, di samping kiri, dan Ibunya Cyndie, di samping kanan, untuk menjalani persiapan terapi radiasi 30 November 2005.
Spoiler for Teriakkan sang anak membuat pilu hati sang Ibu:


6 Februari 2006, Dokter Derek merekomendasikan Cyndie untuk mencari seorang perawat untuk membantu di rumah. Ia tidak memberitahu Derek tentang percakapan itu, tapi menangis secara diam2 di balik pintu. “Saya pikir tidak perlu memberitahunya,” ujar sang Ibu. “Mengapa? Buat Apa?” Merasakan kesedihan sang Ibu, Derek mencoba menghibur Ibunya walau tidak begitu mengerti apa yang sedang terjadi.
Spoiler for Derek, menghibur Ibunya. Hancur berkeping-keping :


Menyadari kemungkinan tidak ada kesempatan lagi untuk mengemudi mobil dewasa kelak. Sang Ibu melanggar aturan membiarkan anaknya menyetir sepanjang jalan di Sacramento Barat. 9 Feb 2006, Cyndie bertemu dengan perawat rumahnya, dan memberitahunya bahwa waktu Derek tinggal lama lagi.
Spoiler for Membuatnya bahagia, apapun dilakukan oleh sang Ibu :


Derek menangis dan sang Ibu mencoba meyakinkannya ( UC Davis Cancer Center, 14 Feb 2006). Sang Ibu dan Dr. William Hall mendesak Derek utk mendapatkan serangkaian terapi radiasi utk menghambat penyebaran tumor ke seluruh tubuhnya dan akhirnya dapat mengurangi rasa sakitnya. “Derek, kamu tidak akan sembuh jika tidak mau melakukan ini,” Ujar Cyndie kepada anaknya. Derek membantah: “Saya Tidak Perduli! Bawa aku pulang. Aku sudah tidak ada harapan. Apakah kamu mendengarkan saya ? Aku sudah tidak ada harapan.”
Spoiler for Sedih, resah dan putus asa :


Cyndie bermain2 dengan anaknya, selama menunggu panggilan dari Dokter.
Spoiler for Untuk terakhir kalinya aku bermain:


Cyndie mengusap pipi teman terbaiknya yang sedang menangis, Kelly Whysong, kiri, 24 April 2006, takut bahwa waktu Derek tidak lama lagi. Cyndie menulis sebuah surat untuk anaknya tentang betapa berani dirinya selama masa perjuangannya melawan kanker. Ia membacakan untuk anaknya secara berulang-ulang, dan berharap sang Anak dapat mendengarnya.
Spoiler for Disaat sedih dan hancur, sahabatku:


Setelah meletakkan kain bergambar bunga untuk menyejukkan kepala sang Anak, sang Ibu menangis tersedu2 dan jatuh ke lantai. Sahabatnya, Kelly Whysong dan Nick Rocha mencoba menghiburnya. Derek sudah terlalu lemah menyadari keberadaan sang Ibu sebagaimana sang Ibu terus menerus berjaga di sampingnya.
Spoiler for Menangislah, tumpahkan semua asamu:


Energi disaat terakhir utk bangun setelah berhari-hari ia berada di atas ranjangnya. Sang Ibu menolong anaknya untuk berjalan (26 April). Sebuah Kanker Tumor telah membuat perut Derek menjadi kembung dan celananya menjadi tidak muat lagi. Sedangkan Tumor yang lain menyerang di otaknya dan membuat penglihatan Derek menjadi kabur sehingga ia sulit utk kemana-mana di dalam rumah kontrakannya.
Spoiler for Sakit tiada terkira, tapi itu harus dilakukan:


Derek menolak pengobatan apapun karena ia takut malah akan membuat lebih sakit dan merusak organnya. Ia mengamuk dengan hebat dan menyalahkan sang Ibu (28 April) tidak membuatnya lebih sehat. “Kamu harus tenang, nak dan biarkan aku menolongmu”, Cyndie terbata-bata.
Spoiler for Adakah harapan itu ada?:


Derek mencium ibunya di lapangan, sebagaimana adiknya berdiri di samping. Cyndie memberitahu kepada orang-orang di sana bahwa ia bangga akan keberanian anaknya dalam melawan kanker.
Spoiler for Ini cium terakhir sang Ibu?:


Cyndie merangkul Derek 8 Mei. Ia dalam terapi yang membuat ia sulit berbicara dan membuatnya terjaga sepanjang malam. Kecuali utk beberapa menit sewaktu perawat berada di sana, Cyndie hampir menghabiskan setiap momen dengan berada di samping anaknya. “Saya telah lelah melebihi keyakinanku tapi Aku harus melakukan ini. Ia akan
memanggil namaku dan selalu berharap aku berada di sisinya,” Ujar Cyndie
Spoiler for Walaupun asa tak ada, aku harus tegar!:


Dalam usahanya membawa keluar Derek utk merasakan kehangatan mentari dan udara luar. sang Ibu melewati pintu2 yang sudah dipasangi karya seni dan kartu2 ucapan dari teman sekelas anaknya. Derek Madsen keluar rumah untuk yang terakhir kalinya.
Spoiler for Walaupun asa tak ada, aku harus tegar!:


Cyndie berkecamuk dalam batinnya, 10 Mei, untuk memutuskan agar anaknya dapat meninggal tanpa perlu terlalu sakit berlama-lama. Ia membiarkan sang Suster melakukan tugasnya.
Spoiler for Sekejam itukan aku?:


Tidak lama kemudian, Secara perlahan-lahan Derek Madsen meninggal di pangkuan sang Ibu, Cyndie. 10 Mei 2006
Spoiler for Akhir dari penderitaanku:


Cyndie memimpin pemakaman anaknya Derek Madsen, didampingi kakak2 Derek, Anthony, Micah, Vincent Morris dan beberapa teman lainnya. Derek dimakamkan di Mount Vernon Memorial Park, California, 19 Mei 2006. “Saya akan selamanya mengingat kamu di dalam hatiku dan mengingatkan orang lain untuk memberikan waktu, tenaga dan dukungan pada keluarga mereka atau kepada yang membutuhkan sebagaimana adanya kita,” ujar sang Ibu.
Spoiler for Selamat jalan anakku:


Ini hanya salah satu contoh perjuangan sang ibu karna sangat menyayangi anaknnya sehingga rela melakukan apapun untuk anaknya! Apakah kita pernah membahagiakan orang tua kita?
Semoga memberikan pencerahan, selagi ada waktu!

Jumat, 10 Juni 2011

HAI THERE ! thanks for the memories. im sorry bcs ive choosen this way, however this is this is the best way for us. now you can go and find another guy and i could make my life brighter than before. even i have to do this by myself. no more you in my life. thank you girl to make my last month better . :)

 ps: i love you!

let it flow

hai guyssss selamat siang mau share lagi nih hehehe...

kalo ada cowo yg baca ini tolong di renungin yaah krn cowo biasanya yg ngelakuin ini. 
 pernah gak lo punya cewe tp lo selalu boongin cewe lo? sedangkan dia setia nunggu dan percaya sama lo.
gua tau itu rasanya sakit bgt buat dia , kalo lo sayang sama cewe lo mending lo ambil keputusan deh mau mempertanin atau lo ngerubah sikap lo? kalo mau lo putusin yaudah sekalian putusin jgn setengah2

oh iya terus buat lo yg cewe jgn mewek dpn cowo lo itu bikin cowo lo ilfeel toh hidup lo bukan cuma dia kan? nanti nya lo bakal ketemu org lain dan jatuh cinta sama org lain itu pasti. jadi let it flow aja kalo emg jodoh nantinya pasti balik lagi kok. sekian dulu yaa makasih udah bacaaaa TTYL



Minggu, 05 Juni 2011

yang sabar ya kawan :)

selamat siang guys! hahaha masih di siang yang cerah ini dan masih dalam suasana lulus lulusan yang identik dgn coret coretan :p hahaha

jadi siang ini gua cuma pengen berbagi sedikit buat yg belom beruntung di UN 2011 ini. tp selamat buat kalian yg lulus juga yaaa... untuk kalian yang tidak lulus jgn menyerah. memang sih di UN tahun ini tidak ada ujian ulang, jadi jika kalian tidak lulus kalian harus mengulang satu tahun lagi. bagi kalian yang belom lulus kalian ga boleh putus asa ya apa lagi sampe mau bunuh diri. HIDUP KALIAN TIDAK DI TENTUKAN DARI NILAI SEMATA. nilai cuma formalitas yang lebih penting adalah bagaimana kalian menjalani hidup ini dgn baik dan penuh makna. kejujuran lebih ptg dari pada nilai.nilai bagus bisa di raih dgn banyak cara tp kejujuran..... ga semua orang punya itu.


mereka yang nilai nya bagus dan lulus belum tentu jujur tp ada juga yang jujur. tp terlepas dari semua itu kalian yang tidak lulus harus bisa yakini diri kalian tahun dpn lo bakal lulus dgn nilai yang memuaskan dan lo harus ngeliat mama papah lo tersenyum lebar dgn puas. syukur syukur di sma lo bisa dpt kls akselerasi jadi lo ttp bisa ngejar temen temen lo. temen gua yang umurnya di atas gua ada kok yang waktu smp nya gak lulus tp apa skrg dia bisa ngelebihin temen temen nya. kenapa bisa gitu?? karena dia punya impian dan dia berusaha untuk menggapai impian nya dgn mengabaikan segala rasa malu nya dia. guys semoga ini bisa jadi pencerahan untuk kalian yg gagal di UN tahun ini. terakhir tetap semangat guys dont let anyone drop you down :).






passing grade SMAN di DKI

haiii guys!!! seneng bgt mlm ini karena gua dan admin yg satu lagi lulus dgn nilai yg cukup memuaskann hehe terimakasih atas doanya . hahaha buat kalian yang lulus juga selamat ya guys yang belom lulus jgn putus asa apa lagi sampe bunuh diri karena yang gagal bukan kalian tp peristiwa nya. lagian kan kegagalan adalah awal kesuksesan hehe...

selamat buat yang udah lulus sekarang kita PUTIH ABU ABU! WOHOO hehehe 
untuk yang udah lulus nih ada beberapa passing grade dr semua sma di jakarta cekidot!!


Passing Grade SMA negri se- DKI jakarta 2011

Peringkat
Nama Sekolah
Terendah
Tertinggi
Rata-rata
1
SMA NEGERI 8
9.19
9.89
9.38
2
SMA NEGERI 28
9.11
9.74
9.30
3
SMA NEGERI 81
8.96
9.78
9.12
4
SMA NEGERI 68
8.89
9.78
9.08
5
SMA NEGERI 34
8.85
9.78
9.08
6
SMA NEGERI 70
8.80
9.64
9.05
7
SMA NEGERI 26
8.69
9.59
8.95
8
SMA NEGERI 61
8.80
9.53
8.94
9
SMA NEGERI 47
8.61
9.65
8.88
10
SMA NEGERI 39
8.59
9.50
8.86
11
SMA NEGERI 78
8.53
9.66
8.85
12
SMA NEGERI 38
8.50
9.61
8.81
13
SMA NEGERI 21
8.56
9.58
8.80
14
SMA NEGERI 71
8.59
9.45
8.77
15
SMA NEGERI 6
8.48
9.50
8.71
16
SMA NEGERI 13
8.23
9.61
8.70
17
SMA NEGERI 14
8.43
9.54
8.70
18
SMA NEGERI 48
8.44
9.78
8.68
19
SMA NEGERI 12
8.45
9.44
8.66
20
SMA NEGERI 3
8.24
9.48
8.54
21
SMA NEGERI 82
8.30
9.34
8.52
22
SMA NEGERI 90
8.18
9.56
8.49
23
SMA NEGERI 49
8.15
9.35
8.46
24
SMA NEGERI 103
8.09
9.34
8.44
25
SMA NEGERI 99
8.10
9.49
8.40
26
SMA NEGERI 54
8.11
9.35
8.39
27
SMA NEGERI 77
8.06
9.36
8.39
28
SMA NEGERI 91
8.06
9.51
8.38
29
SMA NEGERI 66
7.94
9.38
8.36
30
SMA NEGERI 55
7.93
9.25
8.32
31
SMA NEGERI 112
7.94
9.24
8.30
32
SMA NEGERI 33
7.76
9.34
8.26
33
SMA NEGERI 62
7.96
9.19
8.26
34
SMA NEGERI 67
7.96
9.78
8.26
35
SMA NEGERI 29
7.90
9.28
8.22
36
SMA NEGERI 2
7.49
9.40
8.19
37
SMA NEGERI 44
7.93
9.21
8.19
38
SMA NEGERI 87
7.76
9.18
8.17
39
SMA NEGERI 98
7.79
9.24
8.16
40
SMA NEGERI 1
7.69
9.33
8.14
41
SMA NEGERI 42
7.85
9.41
8.14
42
SMA NEGERI 46
7.76
9.20
8.12
43
SMA NEGERI 65
7.73
9.11
8.09
44
SMA NEGERI 63
7.79
9.19
8.08
45
SMA NEGERI 58
7.73
9.24
8.06
46
SMA NEGERI 60
7.65
9.48
8.02
47
SMA NEGERI 53
7.70
8.91
7.95
48
SMA NEGERI 109
7.48
9.21
7.90
49
SMA NEGERI 31
7.45
9.16
7.89
50
SMA NEGERI 59
7.60
9.35
7.86
51
SMA NEGERI 75
7.35
9.31
7.85
52
SMA NEGERI 89
7.15
9.46
7.83
53
SMA NEGERI 32
7.46
9.15
7.79
54
SMA NEGERI 74
7.43
8.95
7.74
55
SMA NEGERI 52
7.20
9.35
7.73
56
SMA NEGERI 97
7.35
9.01
7.73
57
SMA NEGERI 86
7.35
9.24
7.69
58
SMA NEGERI 105
7.41
9.15
7.69
59
SMA NEGERI 113
7.30
9.18
7.69
60
SMA NEGERI 50
7.40
9.30
7.68
61
SMA NEGERI 85
7.31
9.26
7.68
62
SMA NEGERI 37
7.19
9.26
7.66
63
SMA NEGERI 106
7.34
9.18
7.66
64
SMA NEGERI 4
7.16
9.10
7.61
65
SMA NEGERI 9
7.23
9.08
7.61
66
SMA NEGERI 35
6.96
9.05
7.61
67
SMA NEGERI 11
7.13
9.04
7.57
68
SMA NEGERI 104
7.19
8.96
7.57
69
SMA NEGERI 84
7.14
9.10
7.56
70
SMA NEGERI 80
6.99
8.91
7.54
71
SMA NEGERI 36
7.16
9.05
7.53
72
SMA NEGERI 43
7.00
9.26
7.52
73
SMA NEGERI 24
7.21
9.00
7.50
74
SMA NEGERI 108
7.24
8.96
7.47
75
SMA NEGERI 16
7.06
8.84
7.45
76
SMA NEGERI 64
7.18
9.05
7.44
77
SMA NEGERI 51
7.06
9.13
7.41
78
SMA NEGERI 22
7.06
8.70
7.38
79
SMA NEGERI 88
7.06
8.96
7.38
80
SMA NEGERI 93
7.09
9.02
7.37
81
SMA NEGERI 101
7.05
9.11
7.37
82
SMA NEGERI 73
6.93
9.20
7.34
83
SMA NEGERI 100
7.11
8.78
7.34
84
SMA NEGERI 30
6.96
8.83
7.33
85
SMA NEGERI 107
7.04
8.95
7.33
86
SMA NEGERI 102
6.89
9.00
7.29
87
SMA NEGERI 5
6.80
9.30
7.28
88
SMA NEGERI 57
6.94
8.71
7.26
89
SMA NEGERI 79
6.88
8.69
7.24
90
SMA NEGERI 94
6.79
8.56
7.24
91
SMA NEGERI 110
6.59
8.70
7.14
92
SMA NEGERI 72
6.59
8.90
7.13
93
SMA NEGERI 76
6.73
8.96
7.10
94
SMA NEGERI 23
6.74
8.81
7.09
95
SMA NEGERI 27
6.73
8.90
7.09
96
SMA NEGERI 95
6.66
9.64
7.09
97
SMA NEGERI 56
6.61
9.09
7.05
98
SMA NEGERI 92
6.66
8.83
7.05
99
SMA NEGERI 45
6.60
9.19
7.00
100
SMA NEGERI 7
6.64
8.76
6.96
101
SMA NEGERI 96
6.60
8.86
6.95
102
SMA NEGERI 25
6.59
8.66
6.93
103
SMA NEGERI 18
6.43
8.63
6.87
104
SMA NEGERI 111
6.33
8.49
6.78
105
SMA NEGERI 19
6.35
8.50
6.74
106
SMA NEGERI 83
6.40
8.66
6.72
107
SMA NEGERI 114
6.38
9.39
6.72
108
SMA NEGERI 115
6.30
8.93
6.71
109
SMA NEGERI 10
6.41
8.33
6.70
110
SMA NEGERI 20
6.41
8.66
6.68
111
SMA NEGERI 15
6.35
8.11
6.67
112
SMA NEGERI 40
6.26
8.98
6.64
113
SMA NEGERI 17
6.26
8.38
6.58
114
SMA NEGERI 41
6.31
8.36
6.58